Menstimulasi bayi usia 2-3 bulan

Pada usia ini, bayi Anda sudah memiliki penglihatan yang lebih jelas namun dengan jarak pandang yang masih relatif pendek. Karenanya Anda perlu memberikan mainan gantung pada boks bayi, pilihkan yang memiliki pola sederhana seperti garis atau warna yang kontras (misalnya hitam dan putih), pilih juga mainan lainnya dengan tipe yang sama untuk menstimulasi peningkatan daya penglihatannya. Berikan si kecil mainan yang berbeda-beda agar ia melihat banyak benda baru. Ia akan menikmati melihat pola melengkung dan warna-warna yang terang, tentunya dengan kontras warna yang tinggi (seperti biru dan kuning atau merah dan hitam) hingga usia 3 bulan.

 

Usia bayi 3 bulan :

  • Stimulasi motorik kasar:Baringkan bayi Anda di kasur/busa tebal yang luas dalam posisi terlentang. Kemudian, sedikit demi sedikit bantu bayi membalikkan posisi tubuhnya.

    Rangsangan ini dapat melatih bayi Anda untuk dapat berguling dari posisi tengkurap ke terlentang dan bahkan merangsangnya untuk dapat berpindah dari posisi terlentang ke tengkurap.

    Anda juga dapat memberikan stimulasi dengan cara meletakkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan pertemukan kedua telapak kakinya sampai saling menempel. Buka kedua telapak kakinya dengan sisi-sisi dalam kaki tetap saling menyentuh.

    Lakukan gerakan buka tutup ini berulang kali. Rangsangan ini dapat meningkatkan kekuatan otot perut dan tulang belakang bagian bawah bayi Anda.

    Untuk membuat otot kakinya semakin kuat, dalam keadaan terlentang pegang kedua kaki bayi Anda dengan kedua tangan dan lakukan gerakan memutar dengan lembut atau seperti gaya mengayuh sepeda di udara.

  • Stimulasi motorik halus:Di usia ini bayi suka sekali memainkan dan mengamati kedua tangannya, membuatnya saling menyentuh dan menyatukannya.

    Sering-seringlah memberi pijatan lembut pada jari-jari bayi Anda. Berikan mainan lembut yang memiliki warna-warna menyolok dan bisa mengeluarkan bunyi untuk memancingnya bereaksi. Biarkan bayi memperhatikan dan menggenggamnya.

    Stimulasi lain untuk mengoptimalkan perkembangan motorik bayi adalah dengan memegang jari-jari tangannya dan lakukan gerakan lengan yang menyilang di dadanya, lalu kembalikan ke samping tubuhnya.

    Lakukan bergantian letak lengan yang saling menyilang. Manfaat dari rangsangan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot lengan atas, bahu dan punggung bagian atas.

 

Stimulasi kemampuan berkomunikasi:

Ajak si kecil berbicara, khususnya (tapi tidak selalu) dengan gaya ala orangtua, yaitu dengan suara yang tinggi, dan riang agar si kecil mudah menyerapnya. Hal ini dilakukan agar Si kecil belajar tentang bahasa dari kata sederhana hingga kalimat kompleks dari mendengarkan Ibu berbicara. Si kecil lebih memilih suara dengan nada tinggi, khususnya suara Ibu. Terpaparnya si kecil dengan bahasa bayi juga oleh bahasa normal dewasa akan membantu mengembangkan kemampuan bahasanya.
Bacakan buku untuk si kecil (walaupun ia belum mengerti ceritanya). Saat si kecil mendengar suara Ibu pada situasi yang berbeda-beda, ia akan belajar untuk mendekut dan berceloteh sederhana untuk mengungkapkan perasaannya.

 

Stimulasi kemampuan sosial:

Pada usia ini, bayi Anda mampu tersenyum, simulasi yang dapat Anda lakukan adalah dengan membalas senyum si kecil saat ia tersenyum pada Ibu.
Senyum si kecil yang disengaja akan mulai terlihat pada usia 6 minggu. Balasan senyum yang antusias dari Ibu akan membantu si kecil mengerti komunikasi dua arah. Senyum juga menjadi cara terbaik untuk menjalin hubungan dengan Ibu, selain dengan menangis. Senyumlah pada si kecil saat ia sedang memandang Ibu. Hal ini akan memberikannya kesempatan untuk membalas senyum Ibu.

 

Sumber: www. informasitips.com; www.enfa.co.id

Dapatkan Update PsychoShare.com terbaru via Twitter, Follow Kami di: