Menstimulasi bayi usia 1-2 bulan

1. Usia bayi 1 bulan:

 

Stimulasi motorik kasar:
  • Bayi sudah memiliki refleks untuk menggerakkan tangan dan kakinya sejak lahir. Di usianya yang menginjak satu bulan ini, bayi mulai belajar untuk menggerakkan tangan dan kakinya ke atas.

    Untuk membuat ototnya semakin kuat, Anda bisa memberikan stimulasi dengan cara menggantungkan mainan yang mengeluarkan bunyi dan memiliki warna-warna mencolok di tempat tidurnya. Hal ini dapat merangsang bayi untuk menarik tangannya ke atas dan berusaha menggapainya.

    Cara lain adalah dengan memegang mainan berbunyi yang menarik di sisi kanan atau kiri (bukan tepat di depan) bayi Anda. Buat bayi Anda agar mau sedikit berusaha menggapai benda yang diinginkannya.

    Stimulasi ini dapat melatih koordinasi mata-tangan, atau koordinasi mata-kaki.

    Anda pun bisa menggerak-gerakkan kakinya sambil bernyanyi dan bermain.

  • Stimulasi motorik halus: Untuk menguatkan jari-jarinya, berikan rangsangan dengan cara menyentuh telapak tangan bayi dengan kedua telunjuk Anda. Biarkan bayi menggenggam sejenak dan tarik perlahan kedua tangannya.

    Anda juga dapat meletakkan mainan yang mengeluarkan suara di tangan bayi Anda. Ini akan sangat menarik baginya karena bayi mulai menyadari gerakan yang dilakukannya dapat menghasilkan bunyi.

2. Usia bayi 2 bulan

 

Bayi usia 2 bulan ketika telentang, posisi anggota geraknya akan tidak simetris. Jika ditengkurapkan bagian lengan bawah pada bayi sudah mulai mampu ke depan dan mendekat ke tubuh, tetapi kepala belum mampu naik. Jika bayi diposisikan terduduk ia pasti akan terkulai.

 

  • Stimulasi motorik kasar:Di bulan kedua dalam hidup bayi ini, gerakan refleksnya akan mulai menghilang dan muncul gerak motor kasar. Baringkan bayi Anda dalam keadaan tengkurap dan goyangkan mainan yang berbunyi di atas kepalanya, juga di sisi kanan dan kirinya.

    Rangsangan juga dapat diberikan dengan mememanggil nama bayi Anda dari arah depan atau membelai kepala dan leher belakangnya. Si kecil akan mengangkat kepalanya dan ini sangat baik untuk melatih otot lehernya agar semakin kuat.

    Sebaiknya, jangan terlalu sering menggendong bayi Anda atau menaruhnya di ayunan, sebab bayi tidak akan memiliki kesempatan untuk belajar tengkurap. Selain merupakan terapi mencegah peyang pada kepala bayi, tengkurap juga melatih dan menguatkan otot perut dan leher bayi.

    Tengkurap juga memberikan sudut pandang baru untuk bayi selain posisi terlentang. Hal yang harus Anda perhatikan adalah jaga posisi kepala bayi agar tetap bisa bernapas. Rangsangan bisa sering dilakukan dan lama waktunya bertahap sesuai perkembangannya, jangan terlalu dipaksakan apabila bayi menolak/menangis keras untuk mencegah cedera pada otot lehernya.

  • Stimulasi motorik halus:Rangsangan ini dapat diberikan saat Anda sedang menyusui atau tidak melakukan sesuatu. Ketika bayi mengepalkan telapak tangannya, Anda bisa membuka kepalan tangannya dengan lembut, sentuh jari-jarinya satu persatu, dan luruskan. Anda bisa melakukan latihan ini sambil bernyanyi kepada bayi Anda.

    Agar kemampuan menggenggamnya semakin kuat, dan sekaligus melatih perkembangan indera penglihatan dan pendengarannya, Anda bisa memberikan telepon mainan kepadanya. Bayi akan mendengar suara dan melihat kelap-kelip lampu sambil menggenggam telepon mainannya.

Tahap-tahap perkembangan wicara dan Bahasa bayi usia 1-2 bulan
Periode babbling
Bayi usia 2 bulan banyak mengeluarkan bunyi-bunyi mirip dengan orang yang sedang kumur-kumur.
Mirip dengan bunyi “a” atau bunyi vokal lainnya dengan nada dan kenyaringan yang berbeda. Bunyi yang mirip dengan bunyi vokal tadi kadang disuarakan dengan bunyi pendek atau panjang.
Pada minggu selanjutnya, terdengar bunyi seperti bunyi konsonan, “p,b,j,g atau n” yang dilakukan secara berulang-ulang. Dan dikombinasikan dengan bunyi suara vokal “a” tadi. Contohnya : papapaapa, gagagaga, jajajaja.
Senandungkan nyayian anak-anak kepada buah hati bunda, seperti pok ame-ame, bintang kecil, balonku ada lima, dsb. Bayi sebaiknya diberikan mainan yang bergerak, berwarna dan berbunyi. Bayi diajak bermain dengan cara meraih benda yang bergerak.
Sumber: www.informasitips.com; www.polaperkembanganbayi.blogspot.co.id

Dapatkan Update PsychoShare.com terbaru via Twitter, Follow Kami di: