PSIKOLOGI KEPRIBADIAN DAN TEORI KEPRIBADIAN

A.    PSIKOLOGI KEPRIBADIAN SEBAGAI BIDANG STUDI

Pada tahun 1879, psikologi merupakan satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, dan salah satu bidang penting yang terdapat didalamnya adalah bidang yang mempelajari manusia yang dikenal sebagai psikologi kepribadian. Sama halnya dengan bidang psikologi yang lain, psikologi kepribadian memberikan sumbangan yang berharga bagi pemahaman kita tentang manusia melalui kerangka kerja yang ilmiah, yakni dengan menggunakan konsep-konsep yang mengarah langsung dan terbuka bagi pengujian empiris serta menggunakan metode yang valid dan memiliki ketepatan.

Yang membedakan psikologi kepribadian dengan bidang-bidang psikologi lainnya adalah usahanya untuk mensitesiskan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip yang terdapat pada bidang-bidang psikologi lain tersebut.

Peneliti kepribadian berusaha memformulasi konsep-konsep atau rumusan-rumusan teoretis yang bisa menguraikan dan menerangkan relasi dari prinsip-prinsip yang diambil dan disatukannya. Dengan kata lain, semua faktor yang menentukan atau mempengaruhi tingkah laku manusia merupakan objek penelitian dan pemahaman para ahli psikologi kepribadian.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa psikologi kepribadian adalah bidang yang memiliki daerah minat yang demikian luas di banding dengan bidang-bidang psikologi yang lainnya. Sehingga psikologi kepribadian adalah studi yang mencakup sebagian besar bidang psikologi. Hal ini terjadi karena tujuan utama dari studi psikologi kepribadian adalah memahami manusia secara total ataupun menyeluruh.

 

B.     SASARAN-SASARAN PSIKOLOGI KEPRIBADIAN

Salah satu ciri yang utama dari psikologi kepribadian adalah penggunaan konsep-konsep dan metode-metode yang ilmiah dalam upaya memahami manusia. Yang mana dengan penggunaan konsep-konsep dan metode-metode ilmiah tersebut psikologi kepribadian bisa mencapai sasaran-sasarannya. Sasaran-sasaran dari psikologi kepribadian adalah :

1. Memperoleh informasi mengenai tingkah laku manusia.

2. Mendorong individu –individu agar bisa hidup secara penuh dan memuaskan.

 

C.    TEORI KEPRIBADIAN DAN FUNGSINYA

Teori kepribadian adalah sekumpulan anggapan atau konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku manusia (Hall Lindzey, 1970).

Adapun fungsi-fungsi yang harus dimiliki oleh setiap teori kepribadian adalah :

1. Fungsi Deskriptif (menguraikan atau menerangkan)

Fungsi deskriptif ini menjadikan suatu teori kepribadian bisa mengorganisasi dan menerangkan tingkah laku atau kejadian-kejadian yang dialami individu secara sistematis.

2. Fungsi Prediktif (meramalkan)

Fungsi prediktif ini menjadikan suatu teori kepribadian bisa meramalkan tingkah laku, kejadian, atau akibat-akibat yang belum muncul pada diri individu.

 

D.    EVALUASI TEORI KEPRIBADIAN

Disamping fungsi deskriptif dan fungsi prediktif, teori kepribadian bisa dievaluasi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, yaitu :

1. Verifiabilitas

Kriteria verifiabilitas menekankan bahwa teori kepribadian haruslah bertumpu pada konsep-konsep yang jelas, didefenisikan secara eksplisit dan memiliki kaitan yang logis satu sama lain, yang memungkinkan teori kepribadian ini bisa diverifikasi (diperiksa) oleh para peneliti lain.

2. Nilai Heuristik

Kriteria ini mengevaluasi sampai sejauh mana suatu teori kepribadian dapat secara langsung mengundang penelitian.

3. Konsistensi Internal

Kriteria ini menekankan bahwa suatu teori kepribadian janganlah mengandung pertentangan didalamnya, serta teori kepribadian tersebut bisa menerangkan tingkah laku secara konsisten.

4. Kehematan

Kriteria kehematan menekankan bahwa teori kepribadian harus disusun berdasarkan konsep yang sesedikit mungkin, jadi, teori kepribadian dianggap lemah apabila menggunakan konsep yang terlalun banyak.

5. Keluasan

Kriteria keluasan (comprehensiveness) ini menunjuk kepada bentangan dan keanekaragaman fenomena yang bisa diliput oleh suatu teori kepribadian. Semakin luas suatu teori kepribadian, maka akan semakin banyak pula fenomena atau dasar-dasar tingkah laku yang diungkapkannya.

6. Signifikansi Fungsi

Kriteria yang terakhir ini menekankan bahwa teori kepribadian itu bisa dievaluasi dalam rangka kegunaannya membantu oranng-orang dalam memahami tingkah laku manusia sehari-hari.

E.     ARTI DAN DEFINISI KEPRIBADIAN

1. Kepribadian menurut pengertian sehari-hari

Kata personalit dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa latin persona. Pada mulanya katapersona ini menunjuk pada topeng yang biasa digunakan oleh para pemain sandiwara di Zaman Romawi dalam memainkan peran-perannya. Selanjutnya, kata persona ini berubah menjadi satu istilah yang mengacu pada gambaran sosial tertentu yang diterima oleh individu dari kelompok atau masyarakatnya, yang mana individu tersebut diharapkan bisa bertingkah laku berdasarkan gambaran sosial yang diterimanya.

Kepribadian juga sering diartikan dengan ciri-ciri tertentu yang menonjol pada diri individu, yang menunjuk kepada bagaimana individu tampil dan dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya.

2. Kepribadian menurut psikologi

Terdapat beberapa defenisi kepribadian dari beberapa ahli psikologi, diantaranya adalah :

a. George  Kelly

George Kelly memandang Kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalaman-pengalaman hidupnya.

b. Gordon  Allport

Gordon Allport merumuskan kepribadian sebagai sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan.

c. Sigmund Freud

Sigmund Freud mamandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakniid, ego  dan  super ego.  dan tingkah laku menurut Freud merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut.

F.     FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEORI KEPRIBADIAN

1. Faktor-faktor historis masa lampau

Teori kepribadian telah dikenai pengaruh oleh semua faktor yang mempengaruhi psikologi. Dari sekian banyak faktor historis yang berkaitan dan menghasilkan psikologi, diantaranya terdapat empat faktor utama yang berpengaruh langsung atas pembentukan teori kepribadian. Empat faktor tersebut adalah :

q. Pengobatan Klinis Eropa

Pengobatan klinis Eropa dapat dikatakan memiliki arti penting bagi teori kepribadian karena peranannya dalam menciptakan iklim intelektual yang memungkinkan Freud mengembangkan psikoanalisanya yang unik, yang mana teori psikoanalisa tersebut merupakan salah satu aliran yang utama dan besar pengaruhnya dalam psikologi modern.

b. Psikometrik

Psikometrik (pengukuran psikologi) digunakan untuk mengukur fungsi-fungsi psikologis manusia seperti kecerdasan, bakat, minat, motif-motif dan trait-trait kepribadian.

c. Behaviorisme

Behaviorisme adalah salah satu aliran dalam psikologi, didirikan pada tahun 1913 oleh John B. Watson (1878-1958).

Pengaruh atau peranan behaviorisme dalam pembentukan teori kepribadian terletak pada upaya dan anjuran-anjurannya untuk memandang dan meneliti tingkah laku secara objektif. Penelitian-penelitian yang digunakan oleh para behavioris melalui penggunaan eksperimen sebagai metodenya dan menggunakan hewan sebagai objek percobaannya. Hal tersebut menjadikan behaviorisme tampil sebagai penyumbang yang besar bagi terciptanya konsep-konsep tentang teori kepribadian yang bisa di uji ketepatannya secara empiris, juga menciptakan teknik terapi baru yang dikenal dengan istilah behavior therapy.

d. Psikologi Gestalt

Psikologi gestalt adalah salah satu aliran psikologi yang didirikan pada tahun 1912 oleh Max Wertheimer (1880-1943) bersama-sama dengan Wolfgang Kohler (1887-1967) dan Kurt Koffka (1886-1941). Yang mana ketiga tokoh tersebut berasal dari Jerman.

Prinsip utama dari psikologi gestalt adalah prinsip bahwa suatu gejala atau fenomena harus dan hanya bisa dimengerti sebagai suatu totalitas (keseluruhan). Prinsip ini menentang elementalisme, yaitu paham yang mempelajari kesadaran dan tingkah laku manusia dengan cara memecah-mecahnya ke dalam elemen-elemen atau bagian-bagian. Prinsip gestalt ini dikenal dengan sebutan prinsip holistik dengan para tokohnya yaitu Alfred Adler, Kurt Goldstein, Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.

Prinsip kedua dari psikologi gestalt adalah prinsip bahwa fenomena adalah data yang mendasar bagi psikologi. Prinsip ini sejalan dengan prinsip filsafat dan psikologi fenomenologi yang mengatakan bahwa fenomena harus dilihat apa adanya, tanpa ada pengaruh atau campur tangan apapun dari pengamat. Implikasi dari prinsip ini bisa ditemukan pada teori kepribadian dan teknik terapi Rogers. Selain dua prinsip tersebut, masih banyak tema penting yang terdapat pada psikologi gestalt yang menjadikan psikologi gestalt sebagai suatu aliran yang unik dan berpengaruh. Tetapi dalam bab ini hanya dua prinsip yang dapat dan perlu diungkapkan.

 

2. Faktor-faktor Kontemporer

Faktor-faktor kontemporer yang mempengaruhi teori kepribadian itu berasal dari dalam maupun luar psikologi. Dari dalam psikologi faktor-faktor itu muncul berupa perluasan dalam area atau bidang studi. Contohnya seperti psikologi lintas budaya, studi tentang proses-proses kognitif, motivasi, dll.

Dari luar psikologi, faktor kontemporer yang berpengaruh tehadap teori kepribadian sangatllah banyak. Sebagai contoh ialah pengaruh filsafat eksistensialisme. Yaitu aliran filsafat yang menekankan kebebasan, penentuan diri dan keberubahan manusia ini meninggalkan jejaknya yang nyata pada pemikiran para teoris kepribadian yang berada dibawah payung eksistensial.

 

G.    ANGGAPAN-ANGGAPAN DASAR TENTANG MANUSIA

1. Kebebasan – ketidakbebasan

Anggapan ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang bebas berkehendak, bebas mengambil sikap, dan bebas menentukan arah dari kehidupannya. Tetapi  teoris yang lain juga beranggapan bahwa manusia merupakan organisme yang tingkah lakunya dideterminasi (ditentukan) oleh sejumlah determinan, determinan atau penentu bagi tingkah laku manusia berada atau berasal dari dalam manusia itu sendiri, seperti naluri-naluri atau dorongan-dorongan

2. Rasionalitas – irasionalitas

Masalah dasar yang terdapat pada dimensi rasionalitas – irasionalitas  menyangkut seberapa besar pengaruh atau peranan akal dari dalam diri dan tingkah laku manusia. Anggapan-anggapan ini menyatakan bahwa manusia itu sebagai makhluk yang rasional, namun ada pula yang beranggapan bahwa  manusia itu cenderung makhluk yang irasional.

3. Holisme – Elementalisme

Prinsip holistik adalah sebuah prinsip yang berasal dari psikologi gestalt yang menekankan bahwa suatu fenomena harus dilihat dan hanya bisa dimengerti dalam keseluruhannya atau sebagai suatu totalitas. Sedangkan anggapan elementalistik menekankan bahwa suatu hak hanya bisa dipelajari dan diterangkan dengan jalan menyelidiki aspek-aspeknya secara terpisah.

4. Konstitusionalisme – environmentalisme

Teori yang bisa dimasukkan dalam teori kepribadian konstitusionalis adalah teori Freud mengenai naluri yang bersifat bawaan, teori lain yang bisa masuk teori konstitusionalis ini adalah teori Maslow dengan kebutuhan bertingkatnya..

Sementara itu, yang dimaksud dengan environmentalisme adalah paham yang menekankan peranan lingkungan. Sebagai contoh adalah teori yang dikemukakan oleh John Locke (1623-1704), yaitu teori tabula rasa.

5. Berubah – tak berubah

Anggapan dasar ini menyatakan bahwa adanya kemungkinan berubah-tidak berubahnya kepribadian individu sepanjang hidupnya,

6. Subjektivitas – objektivitas

Anggapan dasar tentang subjektivitas – objektivitas manusia bisa dinyatakan melalui pertanyaan-pertanyaan apakah manusia itu hidup dalam pengalaman yang personal atau subjektif dan tingkah lakunya dipengaruhi oleh subjektifitasnya itu, atau apakah tingkah laku manusia itu justru ditentukan oleh faktor-faktor eksternal dan objektif.

7. Proaktif – reaktif

Pandangan Proaktif – reaktif  pada dasarnya mengacu atau mempermasalahkan pada tingkah laku manusia , yang mana apakah penyebab tingkah laku manusia itu didorong atau ditentukan oleh kekuatan-kekuatan internal (proaktif) ataukah oleh kekuatan-kekuatan eksternal (reaktif).

8. Homeostatis – heterostatis

Konsep homeostatis menerangkan bahwa tingkah laku manusia terutama dimotivasi atau digerakkan ke arah tegangan-tegangan internal yang terjadi akibat ketidakseimbangan fisis, sehingga keseimbangan bisa dicapai kembali dan terpelihara pada taraf yang optimal, sedangkan heterostatis menekankan bahwa tingkah laku manusia itu terutama dimotivasi ke arah pertumbuhan, pencarian stimulus, dan pengungkapan diri.

9. Dapat diketahui – tidak dapat diketahui

Anggapan ini menyatakan bahwa upaya ilmiah (psikologi) hanya menghsilkan sedikit pengetahuan tentang manusia, tetapai ada juga yang bertolak belakang dengan anggapan ini, mereka beranggapan bahwa manusia akan bisa diketahui melalui upaya ilmiah karena pada dasarnya manusia bertingkah laku seperti hukum alam yang sama dengan makhluk hidup yang lainnya.

Dapatkan Update PsychoShare.com terbaru via Twitter, Follow Kami di: