Tips sukses melamar pekerjaan

melamar kerja

Oleh: Zakiyatul Fitri, M.Psi, Psi**

Setiap manusia yang sudah menyelesaikan jenjang pendidikannya, memiliki tuntutan untuk mendapatkan penghasilan secara mandiri. Ini bukan hanya tuntutan dari lingkungan, tapi juga merupakan tugas perkembangan setiap manusia yang menginjak tahap dewasa awal (beberapa tokoh psikologi perkembangan menyepakati hal ini). Jika kita sudah pernah bekerja, mungkin lebih mudah bagi kita untuk pindah pekerjaan berbekal pengalaman yang ada. Namun, bagi kita yang baru saja lulus sekolah atau lulus kuliah, terkadang beribu lamaran yang kita kirim tak satupun yang menerima kita menjadi karyawan. Berikut saya berikan beberapa saran yang mungkin dapat sedikit membantu.

 

Yang pertama harus dilakukan:

Sebenarnya, menjadi karyawan bukan hanya dibutuhkan kemampuan maupun skill dalam bidang pekerjaan yang kita tuju saja, tapi juga harus didukung dengan perilaku (attitude) yang baik. Sebaiknya, dari sejak kecil, kita mulai membiasakan diri untuk dapat bekerjasama dengan orang lain, bisa menghargai orang lain, dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan. Bukan hal yang mustahil, ternyata lowongan yang tersedia menuntut kita untuk bisa beradaptasi dengan berbagai kondisi. so, prepare your self!!

 

Yang kedua,

Cari lowongan yang menurut kita sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman maupun keterampilan yang kita miliki. Pengalaman ini bukan hanya sebatas pada pengalaman kerja, tapi bisa juga dari pengalaman organisasi, maupun pengalaman magang. Biasanya, orang yang sudah memiliki pengalaman, sedikit banyak punya wawasan yang dapat menjadi bekal pekerjaannya kelak. memang, ada beberapa perusahaan yang memberikan beberapa bulan masa pelatihan bagi karyawan baru, tapi, jauh lebih banyak perusahaan yang langsung menerjunkan karyawan barunya tanpa bekal yang memadai. Jadi, wawasan, pengalaman serta keterampilan yang kita punya bisa memandu kita dalam penyelesaian tugas. Disinilah keterampilan kita dalam bekerjasama, menyesuaikan diri dan berinisiatif (untuk bertanya) diperlukan.

 

Yang ketiga,

Buat surat lamaran serta curriculum vitae yang menarik. Kalau bisa bahasa Inggris, buat surat lamaran dan curriculum vitae menggunakan bahasa Inggris. Tapi pastikan penulisannya tepat dengan susunan grammar yang tepat juga. Sarannya sih, jangan sok Ngenglish, kalau memang tidak bisa, pakai saja bahasa Indonesia, tapi dengan bahasa yang menarik. Gunakan bahasa yang mudah dipahami namun membuat orang lain ingin tahu lebih banyak soal kita.

 

Yang keempat,

Jika mendapatkan panggilan kerja, respon dengan baik. Jika panggilan diterima melalui email, bisa kita jawab dengan bahasa yang mudah dipahami dan tunjukkan antusiasme kita dalam menjawab email yang kita terima.

Jika menerima panggilan melalui telepon, ada beberapa saran yang dapat digunakan:

  • Jawab dengan bahasa yang sopan dan suara yang lembut (jangan menerima panggilan kerja dengan bahasa seolah-olah  kita sedang mengobrol dengan teman kita; bisa jadi yang menelpon adalah HRD perusahaan tersebut, respon saat kita menerima panggilan bisa jadi poin yang juga dinilai oleh perusahaan.)
  • Dengarkan dan catat baik-baik,
  • 1. Nama penelpon2. Nama perusahaan3. Alamat Perusahaan4. Nomor Telpon tersebut

    5. Contact person atau orang yang harus ditemui.

    6. Posisi yang ditawarkan

    Cari informasi mengenai Jobdes dan Perusahaan tersebut

  • Survey lokasi satu hari sebelum interview
  • Jika kita tidak bisa memenuhi panggilan, sebaiknya berikan informasi yang jelas dengan alasan yang dapat diterima, dan jika kita masih berminat dengan lowongan tersebut, tanyakan apabila jadwal yang ada bisa direschedule. Pastikan kita bisa memenuhi panggilan saat jadwal sudah disusun ulang. Ketidakhadiran pada jadwal yang sudah disusun ulang, bisa menjadi anggapan bahwa kita kita serius melamar pekerjaan tersebut.

Yang kelima,

Saat datang memenuhi panggilan kerja, perhatikan penampilan kita. Gunakan pakaian formal!!!

Bagi pria, gunakan kemeja, celana kain, dengan sepatu formal (bukan sepatu sneaker).

Bagi wanita, gunakan pakaian formal, celana kain/rok kain, dengan sepatu formal.

Jangan gunakan kaos, celana jeans dengan sepatu casual. Panggilan pekerjaan berbeda dengan jalan-jalan. Memang ada beberapa perusahaan yang kurang begitu memperhatikan penampilan (biasanya jika bekerja pada pekerjaan lapangan), dan kita tidak boleh menilai orang lain berdasarkan penampilan semata, namun, penampilan mencerminkan diri kita dan sikap kita menghargai orang lain. Jadi, apa salahnya kalau kita berpakaian lebih rapi? Ini juga bisa menjadi poin penting dalam “menjual” diri kita pada perusahaan. Ohya, satu lagi, jangan berlebihan dalam berpakaian maupun menggunakan aksesoris.

 

Yang keenam,

Jika panggilan kerja ini disertai dengan panggilan untuk melakukan psikotes dan wawancara, (well, banyak sekali orang yang menelpon saya minta diajarkan menghadapi psikotest); ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna:

  • Istirahat cukup saat malam sebelum hari yang sudah ditentukan.
  • Mandi dan Sarapan
  • Tampil percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki (semua orang punya kelebihan kan? Fokuslah pada kelebihan yang kita punya)
  • Berpenampilan menarik dan rapi.
  • Dengarkan dan lakukan setiap hal sesuai arahan yang diberikan.

Saat ini, banyak sekali buku maupun media digital yang memberikan saran “apa yang harus dilakukan” atau “bagaimana mengerjakan psikotest”, saran saya sebagai Psikolog, lakukan semua hal apa adanya, sesuai diri kita sendiri. Jika kita melakukan sesuai dengan petunjuk buku maupun saran dari media digital, namun ternyata hasil beberapa alat tes saling bertentangan, justru itu merugikan diri sendiri. So, jadilah diri sendiri!!!

 

Yang ketujuh,

Saat sesi wawancara,berikut beberapa tips:

  • Masuk dengan mengetuk pintu. Jabat tangan pewawancara, sebutkan nama.
  • Jangan duduk sebelum dipersilahkan.
  • Bersikap sopan. Dengarkan pertanyaan yang diajukan, jawab dengan bahasa yang mudah dipahami. Jangan bertele-tele, tapi jangan juga terlalu singkat. Jawaban bertele-tele membuat pewawancara bingung, jawaban terlalu singkat, membuat pewawancara menilai kita tidak antusias dalam menjawab.
  • Jawab pertanyaan sesuai dengan isi pertanyaan, jika memang belum memahami pertanyaan, kita boleh bertanya maksud dari pertanyaan tersebut, tapi ingat, jangan terlalu sering meminta ulang pertanyaan yang diberikan, karena itu bisa berarti kita tidak memahami pertanyaan sama sekali (daya tangkap kita rendah) atau kita tidak mau mendengar.
  • Jangan memotong pembicaraan. Meskipun ada yang kita tidak setujui, sebaiknya tunggu pewawancara selesai bicara, barulah kita jelaskan.
  • Jaga kontak mata dengan pewawancara. Bukan berarti menantang, tapi jaga pandangan dengan sikap menghargai. Tidak menjaga kontak mata bisa dianggap kita menghindar atau memang tidak memiliki rasa percaya diri.
  • Perhatikan bahasa tubuh. Ada banyak gesture yang bisa menjelaskan “siapa dan bagaimana” kita. Kerutan wajah, senyuman, gerakan tangan, sikap duduk, sikap berdiri dan semuanya bisa dilatih agar kita bisa menempatkan diri sesuai situasi yang kita hadapi.
  • Jika diberikan waktu untuk bertanya, bertanyalah hal-hal yang ingin kita ketahui.
  • Sebelum keluar ruangan, jabat tangan pewawancara dan ucapkan terimakasih. Sampaikan juga ketertarikan kita menunggu hasil dari proses yang sudah dilalui.

Yang kedelapan,

Jika sudah berusaha sebaik mungkin, langkah kita yang terakhir adalah berdoa, semoga kita mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat kita dan memberikan kesempatan bagi kita untuk mengembangkan diri. Sukses selalu :)

 

 

**Penulis adalah Psikolog yang telah bekerja sejak tahun 2010 di sebuah biro konsultansi Psikologi. Alumni Magister Profesi Psikologi UGM dan fakultas Psikologi UII. Pernah mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana selama tiga tahun. Saat ini, sedang belajar menulis beberapa pengalaman kerjanya sebagai upayanya berbagi pengalaman dan wawasan yang dimiliki. Jika ada yang ingin berinterasi bisa melalu email PsychoShareCom@gmail.com

Dapatkan Update PsychoShare.com terbaru via Twitter, Follow Kami di: