9 Tanda Bahwa Anda Harus Move On dari Pasangan Anda

Mengakhiri sebuah hubungan bukanlah keputusan mudah. Anda mungkin berpendapat tidak ada hubungan yang sempurna dan tidak ingin beranjak pergi dengan segera. Namun di satu sisi, semua usaha yang telah Anda lakukan terasa sia-sia. Kelebihan dan kekurangan dalam sebuah hubungan sebenarnya dapat diatasi dengan saling mengerti untuk menciptakan ikatan yang kuat. Tapi sekuat apapun Anda berusaha, perlu disadari bahwa tidak semua hubungan memiliki happy ending. Berikut 9 tanda bahwa Anda harus move on dari hubungan yang terlihat mulai runtuh secara perlahan.

Penderitaan lebih banyak dari kebahagiaan

Anda pasti akan melalui hari-hari yang baik dan buruk dalam berhubungan. Hal buruk yang terjadi belum tentu menjadi akhir dari hubungan Anda secara langsung, bahkan pasangan terbaik yang Anda kenal pasti pernah beradu argumen dan terlibat pertengkaran. Namun jika hal-hal buruk lebih sering Anda dapatkan dari memori indah, akan cukup sulit untuk mempertahankan hubungan Anda. Inilah saatnya untuk memikirkan apakah Anda harus bertahan atau tidak.

Masalah yang sama selalu terulang

Ketidakcocokan yang terus terjadi selama relationship berlangsung bisa menjadi alasan utama untuk mengakhiri sebuah hubungan. Perdebatan panjang yang terus terjadi antara Anda dan pasangan Anda menjadi tanda bahwa Anda harus pergi.

Anda hidup dalam naungan masa lalu

Jika masa lalu menjadi satu-satunya faktor yang membuat Anda bertahan dengan pasangan Anda, mungkin sudah waktunya untuk move on. Menggunakan memori masa lalu untuk memperbaiki sebuah hubungan memang bisa diterima. Namun menjadikan masa lalu sebagai alasan utama untuk bertahan bukanlah hal yang baik.

Pasangan Anda tidak terlihat berusaha

Anda mungkin saja telah memberikan segalanya untuk membuat relationship Anda tetap bertahan, namun tidak adanya gunanya jika dia tidak berminat untuk melakukan hal yang sama. Kedua belah pihak harus sama-sama berusaha. Terimalah kenyataan, bahwa apa yang dilakukan pasangan Anda menjadi tanda bahwa sudah saatnya untuk menyerah.

Pasangan Anda mengharapkan perubahan dari Anda saja

Akan sangat sukar untuk memperbaiki sebuah relationship jika pasangan Anda merasa bahwa dia adalah sosok sempurna yang merasa tidak pernah berbuat kesalahan. Anda selalu disalahkan atas hal-hal buruk yang terjadi dalam hubungan Anda. Perubahan adalah hal yang baik, namun harus dilakukan oleh kedua belah pihak agar keadilan bisa tercapai.

Semuanya terasa hambar

Mungkin Anda sudah tidak merasakan sesuatu yang spesial lagi dalam hubungan yang saat ini Anda jalani, namun Anda merasa tidak tega untuk pergi begitu saja dalam usaha untuk tidak menyakiti perasaannya. Namun hal ini justru menyakitkan bagi pasangan Anda jika hal ini terungkap di kemudian hari. Honesty is the best policy, even though the truth often hurts. But remember, the truth will set you free. Plus, your partner deserves better.

Tujuan Anda berdua berbeda jauh

Setiap pasangan wajib memiliki life goals yang sama, terutama ketika sebuah hubungan menuju ke arah serius. Kebersamaan Anda tentu saja akan terasa sia-sia jika pasangan Anda bukanlah tipe orang yang menginginkan pernikahan misalnya, berbanding terbalik dengan Anda yang menganggap pernikahan sebagai salah satu tujuan penting yang harus dicapai.

Anda tidak lagi excited untuk bertemu dengannya

Menghabiskan terlalu banyak waktu tentu saja akan membuat bosan, karena itu Anda dan pasangan Anda terkadang perlu waktu untuk ‘bernafas’ dan hal itu sangat normal. Namun ceritanya akan berbeda jika Anda telah menganggap bahwa bertemu pasangan Anda merupakan sebuah beban dan sering membuat alasan palsu untuk menghindarinya.Now you have to decide. Ingatlah satu hal; jika bertahan tidak lagi menjadi hal yang masuk akal, let it go, buddy.

Dapatkan Update PsychoShare.com terbaru via Twitter, Follow Kami di: